wow...sempat heran baca salah satu judul dalam buku Quantum ikhlas.. knp ya??bukannya sekarang kita dianjurkan untuk berpikir positif.. Hm...ternyata perlu hati2 juga...
Pikiran negatif itu biasanya dianjurkan agar dilawan dengan berbagai trik sikap mental dan cara berpikir positif yang justru menimbulkan konflik batin. Sebab tanpa kita sadari, energi apa pun yang ditekan atau tidak diakui akan balik menekan sebesar kekuatan kita menekannya.
*hmmm...bener juga
Pikiran negatif seperti ketakutan dan kekhawatiran untuk beberapa saat sepertinya teratasi, namun sebetulnya sama sekali tak lenyap. Ia hanya akan mengendap di alam bawah sadar. jadi, ketika pikiran positif terkulai lemah, perasaan negatif itu akan muncul kembali.
*Oh wow
Dalam hal berpikir positif, ini disebabkan oleh adanya dua jenis pikiran yang saling bertentangan dan dipaksakan untuk dijalankan. ketika seseorang berpikir positif (dengan sadar) "saya ingin sukses!" sesungguhnya di dalam hati (bawah sadar) ia sedang mengatakan bahwa "saya tidak sukses!". Sehingga semakin kuat pula pikiran bawah sadarnya (ingat, dengan 88% kekuatan dahsyatnya!) menjerit "saya tidak sukses!"
*langsung di rangkuman saja ah..
Mengapa kita perlu berhati-hati menerapkan strategi "berpikir positif"
Pertama, karena sifat kegiatannya yang abstrak, banyak yag tidak menyadari bahwa pikiran negatif dilahirkan dari perasaan negatif yang lebih berupa vibrasi energi, bukan dari pikiran. Sehingga walaupun seperti ada manfaatnya, positif thinking sebenarnya merupakan resep yang keliru untuk mengubah pikiran negatif jadi positif.
Kedua, karena penyebab timbulnya pikiran negatif adalah suatu perasaan di dalam hati (bawah sadar), maka segala usaha untuk menanamkan pikiran positif yang tidak dilakukan di hati menjadi tidak tepat sasaran. Dan betapa pun mulia niat seseorang untuk berubah menjadi lebih baik, prosesnya sangat sulit dan hasilnya akan mengecewakan.
Ketiga, ketika kita melakukan usaha untuk berpikir positif, kita secara tidak sadar"memusuhi, membenci, dan tidak menyukai" bagian dari diri kita sendiri (yang negatif). Seperti hukum alam dan pepatah kuno: " Apa yang kita benci akan cenderung membesar, dan apa yang kita tekan akan menekan balik", hal ini juga berlaku bagi pikiran kita. BAgian negatif diri kita akan semakin terlihat, dan kita akan semakin tidak menghargai diri kita sendiri.
*oooohhhh ngono toh
aku suka point terakhirnya, katanya:
PIKIRAN POSITIF YANG RASANYA
ENAK BERARTI
POSITIF
PIKIRAN POSITIF YANG RASANYA
TIDAK ENAK BERARTI
PIKIRAN NEGATIF
*maka waspadalah waspadalah...heheheh
yeah...ini cuma sekilas yang aku baca dalam bku ini, mending kamu baca sndiri aja...